Magang: Pengukuran Iklim Mikro Kebun Raya dan sekitanya

Collection Location Laporan Magang Perpustakaan Kebun Raya Bogor
Edition Lembar Pengesahan 06/10/2003
Call Number MAGANG 2003 Noor IPB
ISBN/ISSN
Author(s) Pratiwi, Noor Annisya Haniyatti
Subject(s)
Classification MAGANG
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher IPB
Publishing Year 2003
Publishing Place Bogor
Collation ii, 36 hal
Abstract/Notes Noor Annisya Haniyatti Pratiwi E.083.00042. Pengukuran lklim Mikro Kebun Raya Bogor dan Sekitarnya dengan Dosen Pembimbing Siti Badriyah Rushayati. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan lnstitut Pertanian Bogor Kebun Raya Bogor yang mempunyai luas 87 hektar terletak di tengah-tengah kota Bogor, Jawa Barat, kurang lebih 60 km dari Jakarta dengan letak lintang 637 LS dan 106 32 BT. Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 235-260 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara administratif Kebun Raya Bogor termasuk dalam wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Berdampingan dengan lstana Gubenur Jendral dt Bogor atau terkenal dengan lstana Presiden Bogor. Keadaan topografi secara umum datar dengan ketinggian 3 - 5 %. Kawasan Kebun Raya Bogor dilalui oleh Sungai Ciliwung dan anak sungainya serta Sungai Cibatok Bogor yang disebut sebagai "kota hujan" mempunyai curah hujan rata-rata 430 mm per tahun, hari hujan rata-rata 165 hari per tahun dengan 12 bulan basah. Curah hujan tertinggi lebih dari 400 mm / bulan yang terjadi pada bulan-bulan November, Desember dan Januari dengan hari hujan rata-rata lebih dari 14 hari per bulan sedangkan curah hujan rendah , 250 mm / bulan terjadi pada bulan-bulan Juni, Juli, dan Agustus dengan hari hujan rata-rata lebih kecil dari 10 hari per bulan. Berdasarkan pola curah hujan tersebut menurut Schmidt dan Fergusson (1951) Bogor mempunyai tipe curah hujan A. Kebun Raya Bogor dapat dicapai dengan mudah baik melalui kendaraan umum maupun melalui kendaran pribadi. Kendaraan umum tersedia selama 24 jam sehingga aksesibilitasnya mudah untuk dicapai karena berada di pusat kota Bogor.
Pengukuran iklim mikro kebun raya dan sekitarnya bertujuan untuk mengetahui iklim mikro dari kebun raya dan keadaan sekitar kebun raya juga untuk mengetahui pengaruh dari keberadaan kebun raya terhadap suhu udara dan kelembaban relatifnya. Pelaksanaan Tugas Akhir dengan judul pengukuran iklim mikro kebun raya dan sekitarnya bertempat di dalam kebun raya, JI Otto lskandardinata, JI Padjajaran, JI Jalak Harupat dan JI Djuanda. Metodologi dari Tugas Akhir yaitu dengan pengukuran langsung di lapangan (data primer) den penelusuran pustaka (data sekunder). Pengumpulan data primer dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengambilan data suhu udara dan kelembaban langsung di lapangan pada tiga jarak yang berbeda yaitu di dalam kebun raya, 20 meter dari batas terluar kebun raya dan 40 meter dari batas terluar kebun raya.
Pengukuran ini dilakukan di empat arah yang berbeda yaitu arah selatan (JI Otto lskandardinata), arah barat (JI Jalak Harupat), arah utara (JI Djuanda) dan arah timur ( JI Padjajaran). Pengukuran suhu udara dan kelembaban udara pada tiap titik dilakukan secara serentak (pada waktu bersamaan), diulang tiap 15 menit yang dimulai dari pukul 12.00-15.00 WIB. Data sekunder diambil untuk melengkapi data primer dengan cara studi pustaka. Data yang dikumpulkan yaitu meliputi sejarah kebun raya, peta kerja dll. Analisis data yang dilakukan yaitu suhu udara dan kelembaban udara dihitung rataannya kemudian membandingkan antara suhu udara dan kelembaban udara dari keempat lokasi pada jarak yang berbeda-beda.
Suhu udara di dalam Kebun Raya lebih rendah daripada suhu udara di jarak 20 dan 40 meter dari batas terluar Kebun Raya. Suhu udara yang lebih rendah di dalam Kebun Raya disebabkan karena keberadaan pohon-pohon penghijau yang dapat mengurangi radiasi matahari yang diterima antara tegakan pohon. Suhu udara rata-rata di jarak 1 (2 .8 °C) lebih tinggi di bandingkan dengan jarak 2. Suhu udara rata-rata di jarak 2 (1.3 °C) lebih rendah daripada di jarak 3. Suhu udara di jarak 3 (4 .1 °C) lebih tinggi daripada jarak 1. Pada jarak pengukuran 3 suhu udara lebih tinggi daripada jarak 1 dan 2. Hal ini disebabkan jarak 3 merupakan jarak terjauh dari Kebun Raya yang instensitas mataharinya lebih banyak masuk dibandingkan dengan jarak 1 dan jarak 2. Semakin jauh dari Kebun Raya maka suhu udara semakin meningkat. Kelembaban udara yang lebih tinggi di jarak 1 disebabkan oleh pepohonan sebagai bahan penguap. Sebaliknya di jarak 3 kelembaban udaranya lebih rendah hal ini disebabkan udaranya lebih kering sehingga kapasitas udara menampung uap air besar sedangkan bahan penguapnya kurang, kedua hal tersebut menyebabkan kelembaban udara di daerah terbuka lebih rendah dibandingkan kelembaban udara di daerah pepohonan. Di dalam Kebun Raya Jarak 1) kelembaban udara tinggi karena dipengaruhi oleh kerapatan pohon yang tinggi dibandingkan dengan jarak pengukuran lainnya (20 meter dan 40 meter dari batas terluar Kebun Raya), keberadaan bangunan, gedung dan lapangan terbuka yang terbuat dari materi pengaruh oleh iklim mikro lingkungan sekitarnya. Nilai terendah kelembaban udara berada pada lokasi 2. Lokasi 2 (JI Jalak Harupat) berada pada tempat terbuka sehingga kelembaban udara lebih rendah. Bangunan kota menyebabkan kelembaban udara menjadi kecil karena kurangnya permukaan air terbuka untuk transpirasi tanaman.
Specific Detail Info/ Operator Ayu Destiana
  Back To Previous